Feeds:
Posts
Comments

Ibu Bekerja

Rasanya saya inginnn sekali weekend itu hanya tidur seharian, ngelonjor, nonton DVD film pilihan. Tapi , anak-anak saya pasti akan merengek minta jalan-jalan hehe. Senang sih jalan-jalannya walau setelahnya saya tumbeng…..

Berebut pagi dengan anak-anak dan busway menjadi sarapan saya setiap hari kerja. Saya sangat berusaha menjaga ritme emosi diri saya, walau rasanya saya maunya marah hehe. Sembari pakein baju si kakak tetep aja baca buku, atau… sembari sarapan si adek keukeuh liat tv. Mmmhhhh… 10 menit sebelum bel berbunyi baru ngibrit dari rumah, sampe sekolah pas bel berbunyi, untung sekolahnya dekat. Alhamdulillah….

Menunggu busway menjadi sesuatu juga di relung emosi jiwa saya, kadang dapat busway tembakan cepat yang kosong, kadang menunggu 1 jam tetep belum dapat dan masuklah pada busway yang super duper padat. Naek mobil? ampunnn gak kuat sama macet, rasanya 4 jam waktu saya pulang pergi hanya akan habis di atas mobil. Naek motor? nyali saya belum terlalu berani mengendarai motor diantara jejalan polusi.

Semuanya saya nikmati saja, senang karena saya punya teman yang baik , bos yang baik, dan pekerjaan yang sangat challenging dan passionate buat saya. Setiap harinya pasti adrenalin saja menari-nari diantara ketegangan deadline proposal, deadline survey dan proyek hehe. Senang rasanya.

Yang paling menyenagkan adalahhhhhhh…. ketika saya pulang, saya dapat  pelukan hangat dari arsya dan kamila dan segala ceritanya hari itu.

 

 

Posting bagus dari blog :http://www.jamilazzaini.com/mengelola-keuangan/

Mengelola Keuangan

BY JAMILAZZAINI ⋅ JANUARY 17, 2012 ⋅ POST A COMMENT

Mengelola keuangan bukan hanya tentang berapa tabungan Anda. Bukan juga tentang apakah tabungan Anda cukup untuk bertahan hidup 10 tahun bila Anda tak bekerja. Mengelola keuangan itu, menurut saya, berkaitan dengan pandangan hidup seseorang.

Bagi seorang yang beriman, mengelola keuangan itu berkaitan dengan keselamatan kehidupan di dunia dan juga kehidupan di akhirat.  Uang menjadi hamba sahayanya, bukan sebaliknya ia menjadi hamba uang.

Dari para profesional dan pebisnis sukses beriman saya banyak belajar tentang bagaimana mengelola keuangan.  Mereka mengalokasikan uangnya untuk tiga keperluan: Akhirat, Masa Depan dan Masa Kini. Urutan itu menunjukkan prioritas, jangan dibalik mengelola keuangan untuk kepentingan Masa Kini, Masa Depan dan Akhirat. Ketahuilah kehidupan akhirat jauh lebih penting dari kehidupan dunia.

Setiap penghasilan yang kita peroleh gunakan untuk keperluan akhirat; keluarkanlah untuk zakat dan infak sedekah. Sahabat saya, melakukannya dengan cara memberi makan setiap hari kepada orang-orang miskin yang tinggal di sekitar rumahnya. Rata-rata ia memberi makan kepada 40 keluarga miskin setiap harinya. Ajaibnya, setelah ia rutin melakukan kebiasaan memberi makan, rezekinya semakin berlimpah dan order mengalir tiada henti.

Mungkin otak rasional Anda akan bertanya, “Bagaimana mungkin saya keluarkan uang untuk sedekah lha wong kehidupan saya saja pas-pasan.” Ini memang masalah keimanan yang tidak semuanya bisa dijelaskan dengan akal manusia. Sama halnya kita tidak bisa menjelasan mengapa sholat di Masjidil Haram pahalanya 100 ribu kali lipat, sholat di Masjid Nabawi Madinah 1.000 kali lipat dibandingkan dengan sholat di masjid termegah sekalipun di belahan dunia lain.

Kedua, alokasikan penghasilan untuk masa depan kita. Bila sudah terkumpul dengan jumlah memadai gunakan untuk modal usaha. Karena kehidupan yang paling nyaman dalam urusan finansial adalah ketika passive income kita lebih besar dari kebutuhan atau setidaknya mampu memenuhi semua kebutuhan kita. Dana untuk masa depan kita itu diinvestasikan bukan ditabung.

Ketiga, alokasikan penghasilan yang kita peroleh untuk keperluan hari ini. Hiduplah sederhana dan jangan kedepankan gengsi. Percuma kehidupan kita saat ini terlihat “wah” tetapi sebenanya rapuh secara finansial karena tak ada dana yang diinvestasikan untuk masa depan. Amatlah sia-sia bila kehidupan saat ini kita terlihat sukses tapi di akhirat tidak bisa tinggal di tempat yang terhormat.

Targetkan bahwa dalam jangka waktu tertentu keperluan sehari-hari kita akan dipenuhi dari passive income. Dan itu bisa terjadi bila kita mengelola uangnya dengan urutan untuk keperluan akhirat, masa depan dan masa kini. Tidak percaya? Coba dulu dong…

Salam SuksesMulia!

Ini adalah teman-teman kantor saya ;)

Mugi, temen kami,  menyebutnya keluarga umi aminah hehe.

Love to be a part of them.

and here is my team work:

Me and my teamwork - The Airborne LiDAR Engineer

The SaBun

Berawal dari persahabatan anak-anak kami di Sahabat Kecil Pre-school, kebetulan sang emak dan bapak ini juga punya taste yang sama dalam bergaul. Jadilah si emak dan bapak ini juga bersahabat. Rasanya senang ya, bisa bertetangga, membesarkan anak dan tua bersama di lingkungan yang saling terikat.

leslie - ika - saya - norimaki

Beberapa kegiatan di luar Sekolah sering juga diadain, seperti Holiday with bunda, camping with family dan lain-lain. Terakhir kemaren ini, cooking class – Japanese Food. Kebetulan, Obachan (nenek dalam bahasa Jepang) Dita itu mau meluangkan waktu untuk sharing ilmu. Jadilah kita bercooking class. Sayang, saya gak ikut dari awal karena harus kondangan, arisan dll. Tapi teteuppp koq dapet feelnya hehe. Cuman saya jadi melewatkan saat-saat menggemaskan bersama teman-teman.

Kemaren itu kami belajar buat Norimaki, salah satu makanan pokok di Jepang, mirip sushi roll. Berbahan dasar Nasi, seaweed (rumput laut) yang digulung dengan isi. Mayan banget buat bekal anak-anak, buatnya gampang dan sehat.

Lalu buat sushi, yang ini saya ketinggalan, mie ramen, buat saya masih kurang pass di lidah hehe. Beberapa jenis sayur yang rasanya sangat khas Jepang.

 

 

 

 

Membuka tahun 2012 dengan jalan-jalan bareng krucils, sangat menyenangkan, secara dalam 4 bulan terakhir jarang banget jalan bareng.

Dari Cirebon, membentang jalan menyusur Pantura, mendamaikan perut dengan anak-anak menjadi pilihan utama kemaren hehe.

Mampir ke rumah makan mungil dan unik di depan mall tegal. Makanannya seru banget, ada rames kuah hehe gak kebayang apa itu rames kuah. Jadi rames kuah itu seperti pada umumnya rames, tapi dikasih kuah sayur asem pedes. Trus… di warung sinar pagi ini, dendengnya top…banget, mayan mahal sih tapi buat seenak itu priceless.

Wisata Kuliner Tegal 2012

Batik Salem - Brebes Selatan

Trussss, sempet ke toko batik di pasar tegal, berhubung saya sudah punya banyak batik tegal, kalo diitung-itung udah ada 5 pcs, saya nemu something different, batik salem, salem itu kecamatan di Brebes selatan. Batiknya antik…banget, kyk batik Jogja, biasanya ada juga yang ada touch of yellow.  Keren lah menambah koleksi batik Salem saya. Yuk ke salem kapan-kapan, seruuu banget. Salem itu daerah yang sangat unik. Dia masuk kabupaten Brebes yang notabene Jawa Tengah tapi, berbahasa sunda hehe. Karena, salem berbatasan langsung dengan Cikijing, kab. Kuningan Jawa Barat. Daerah di dataran tinggi, adem dan jalannya berliku.

Lanjut jalan ke Pemalang menjelang siang hari, setelah muter-muter di Kota-nya Pemalang, akhirnya sampai juga di tempat Soto Grombyang Pak Warso. Ajibbbb mantabs bow! pokoknya itu kayaknya soto yang paling enak yang ada deh. Kenapa dinamai Grombyang, konon katanya, karena mangkungnya kecil maka nasinya cuman sedikit jadi, yang makan soto ini perutnya masih berasa grombyangan alias laper, hehe. Murah meriah dan enak, harusnya masuk ke acara Mak Nyus-nya pak Bondan hehe.

Kalo teman-teman ke Pemalang harus mampir ya. Ada lagi sate Lauso, jadi ini sate daging kerbau di bumbu kacang, sayang gak sempet ambil gambarnya :( keburu abis karena kelaperan.

Yuk berburu keindahan pantura :)

Pemalang Culinary Tour Januari 2012

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.